Donderdag 16 Mei 2013

Guru




A.    Pengertian Guru
Guru adalah pengantar masa depan anak bangsa. Di pundak guru masa depan negara ini dibangun. Di pundak guru ada harapan untuk esok hari. Baik dan buruknya suatu negara tidak terlepas dari peranan seorang guru.
Guru adalah aktor, terkadang berperan sebagai pendidik, terkadang sebagai sahabat bagi anak, terkadang pula menjadi orang tua. Sebagai pendidik guru senantiasa membimbing langkah setiap anak. Sebagai sahabat, guru mampu menjadi problem solving bagi anak. Sebagai orang tua, guru senantiasa memberikan nasihat agar anak-anaknya mampu menapaki hidup dengan penuh optimis.
Guru adalah orang yang paling sukses. Di sisi lain mampu menjalankan fungsi sebagai gardu energi positif sang Kholik. Yang tak kalah pentingnya, guru telah mengantarkan anak-anak menjadi orang yang sukses. Ada yang menjadi dokter, pengusaha, bahkan menjadi presiden. Semua itu adalah sentuhan dari kasih sayang seorang guru.
Guru adalah pendidik, yaitu orang dewasa yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, mampu berdiri sendiri dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah khalifah di muka bumi, sebagai makhluk sosial dan individu yang sanggup berdiri sendiri.jadi karakter suatu sekolah adalah karakter guru ,jika guru memiliki karakter yang baik ,maka akan terbentuk karakter yang baik pula pada anak ,dari sentuhan hati seorang guru anak –anak kelak menjadi anak yang sukses .dikatakan juga bahwa guru adalah orang yang paling sukses dunia akhirat .
firman Allah dalam surat An-nisa ayat 9 yang artinya :
“dan hendaklah takut kepada Allah swt orang –orang yang sekiranya meninggalkan  anak Anak yang lemah di belakang mereka ,yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka ,maka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah swt dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar ,yang lemah lembut “.(Q.S An-nisa:9)
            Setiap guru tidak boleh mengeluarkan kata –kata yang jelek pada anak ,guru harus mengeluarkan kata-kata ynag positif yang bias membangun anak dan bias memberikan semangat kepada anak .Adapun kata adalah Succes:
a.      Kata yang lemah lembut “Qoulan layyina”.Bukan kata keras atau teriakan
b.     Perkataan yang sopan “Qoulan karima”.Bukan kata kasar ,ejekan atau libeling.
c.      Kata yang berbekas pada jiwa “Qoulan Baligha”.Bukan kata yang membanding- bandingkan anak
d.     Perkataan yang baik atau tegas “Qoulan ma’rufa” .bukan kata-kata berbohong ,mengundang birahi
e.      Perkataan yang mengandung keselamatan (doa)”Qolu salaman”.Bukan kata-kata ancaman ,menakut-nakuti.
f.      Kata-kata yang berbobot atau berat “Qoulan tsaqila”.Kata visioner bukan kata yang tidak berguna ,menggunjing ,dll.
g.     Kata-kata yang meneguhkan “Bil qouli tsabit”bukan kata-kata yang melemahkan.

Perlu seorang guru sekolah dasar  ketahui bahwa :
·       Anak usi 0-8 tahun apapaun yang dilihat dan didengar oleh anak itu yang akan masuk dan diterima oleh anak itu ,dan anak diusia ini tidak akan pernah bertanya yang dilihat dan didengar itu baik atau tidak.usia ini dinamakan usia Tanam kita memperlakukannya seperti seorang raja .
·       Anak usia 8-12 tahun ,dinamankan usia model karena anka sudah mulai mencoba meniru apa yang dilihat dan didengar ,pada usia ini anak diperlakukan seperti tawanan perang ,dan kitaharus membuat aturan tertentu .
·       Anak usia 12-21 tahun ,dinamakan usia social .Ali bin abi tholib mengatakan bahwa anak diusia ini diperlakukan seperti teman

           Adapun 4 karakter guru sukses dan bermartabat :

Diterima (Tidak mencelakai dan selalu menampakkan raut muka yang bagus.)

Disukai  (memberikan sebuah kondidi yang bagus dihati siswa )

Dipercaya (menerangkan pelajaran dengan jelas  dan benar sehingga tidak  
                           menimbulkan keraguan dihati siswa )
Dirindukan
Hasil penelitian Frend W .Hart di HIG HTS School Amerika serikat terhadap 3,725 siswa bahwa cirri –ciri guru yang disukai dan tidak disukai oleh siswa sebagai berikut:
1.     Guru yang disukai
·       Menerangkan pelajaran dengan jelas
·       Periang /gembiran dan memiliki jiwa yang humoris
·       Bersikap bersahabat ,senang member solusi
·       Menaruh perhatian dan memahami anak didiknya
·       Tegas, sanggup menguasai kelas dan dapat membangkitkan rasa hormat pada anak didik .
·       Tidak suka ngomel ,mencela, sarkastis.
·       Anak merasakan sesuatu dari guru
·       Bias memberikan  keteladan
2.     Guru yang tidak disukai
·       Sering marah tak pernah senyum ,suka menghina
·       Tidak menerangkan pelajaran dengan tegas dan baik
·       Tidak adil,mempunyai anak kesayangan ,dan benci anak tertentu
·       Tinggi hati ,menganggap dirinya lebih hebat ,tidak mau bersahabat dengan anak diluar kelas
·       Berhati jelek,dan suka menyulitkan anak di kelas
·       Tidak adil ketika memberikan nilai ulangan
·       Mengacuhkan perasaan anak didik ,suka membentak ,membuat anak ketakutan
·       Tidak menaruh minat terhadap anak –anak dan  tidak mau  memahami anak di kelas
·       Member tugas rumah yang tidak sesuai porsi
·       Tidak bias mengendalikan kelas .
B.    Guru tanggauh dan Guru mengeluh
Guru tangguh adalah guru yang dimana dalam menghadapi masalah dapat menyelesaikan secara tuntas , juga guru yang memiliki “kesempurnaan” identitas sebagai seorang guru. Guru yang memiliki kekuatan secara jasmani dan ruhani, guru yang memiliki integritas dan responsibility, guru yang memiliki kepekaan social yang tinggi, guru yang memiliki kompetensi, loyalitas pada bidangnya, kreatif dan inovatif serta mampu member inspiratif, guru tangguh adalah Guru yang menyinari peserta didiknya dari kegelapan ilmu pengetahuan. Guru yang disukai oleh para peserta didiknya. Kehadirannya sangat dirindukan, dan menentramkan hati para peserta didiknya.
Guru mengeluh adalah guru yang dalam menghadapi masalah tidak diselesaikan secara tuntas.
Rounded Rectangle: Keterangan :
Motivasi to be harus dikedepankan dari pada to have ,to have akan menggerus to Be ,memiliki to be yang tinggi ,maka to have akan mengikuti 












Rumus Meluruskan niat :
Rounded Rectangle: Motivasi :To be x  To have x valensi
  
                                                                                   





C.    Guru di Indonesia
1.Guru nyasar adalah orang yang tidak berniat menjadi guru
2.Guru bayar adalah guru yang hanya mementingkan bayarab tidak peduli berhasil atau tidaknya dalam mendidik siswa
3.Guru dasar
4.Guru benar adalah guru yang menyeimbangkan bayaran dan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik

      D.Model guru                                       
1.     Guru pekerja adalah guru yang sebatas melaksanakan pekerjaa adapun cirri-cirinya :
a.      Menyukai kemapanan
b.     Tidak ada keinginan untuk berubah
c.      Senang dengan pekerjaan yang rutinitas
d.     Mengajar dengan cara yang sama kepada orang yang berbeda
2.     Guru professional adalah guru yang memiliki professional (keahlian )lebih dengan harga tertentu .adapun cirri-cirinya sebagai berikut:
a.      Menyukai tantangan dalam mengajar
b.     Senang dengan pekerjaan yang mandiri
c.      Pekerjaan diukur dengan hasil imbalan
d.     Senang berpindah tempat dengan pekerjaan yang sama
3.     Guru pemilik adalah guru yang mengendalikan dan memiliki system lembaga secara professional.Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:
a.      Mampu mengendalikan sistem pengajaran
b.     Senang sebagai pengendali atau sebagai pimpinan lembaga pendidikan
c.      Merasa memiliki dan bertanggung jawab atas segala yang dilakukan secara professional
4.     Guru perancang adalah guru yang memahami makna profesinya secara mendalam ,memiliki visi ,dan merancang pengajaran secara fun dan kreatif. Adapun cirri-cirinya sebagai berikut:
a.      Senang pad aide (kaya ide) dan perubahan untuk mengaktifkan pembelajaran
b.     Suka merancang pembelajaran ,kreatif dan selalu inovatif (memunculkan hal-hal yang baru)untuk membuat anak senang .
c.      Tidak suka dengan kedaan yang menonton
d.     Merancang sistem untuk kemajuan sekolah
e.       
       E. Karakter guru sukses dan bermartabat
a.      Menurut Imam Ghazali
Umum :cerdas,sehat akal,akhlak baik,dan fisik prima.
Khusus :
·       Memiliki kasih sayang dan membangun kasih sayang
·       Tidak banyak menuntut upah
·       Komunikasi harmonis dengan rekan kerja
·       Ramah guru dan ramah anak
·       Memberikan keteladanan kepada murid
·       Mengakui dan mengembangkan perbedaan potensi dan kecerdasan anak
·       Memahami kejiwaan sesuai dengan perkembangan usia
·       Menjadi model untuk diteladani

b.     Menurut ibnu sina
Umum :memiliki kompetensi mengajar dan kepribadian yang baik
Khusus :
·       Memiliki kecerdasan(IQ,EQ,SQ,AQ)
·       Memegang komitmen agama
·       Mengetahui cara mendidik anak
·       Berpenampilan tenang
·       Jauh dari muka masam
·       Jauh dari olok-olok
·       Bersikap sopan
·       Menjaga kebersihan dan kesucian hati dan perbuatan

c.      Menurut ibnu taimiyyah
Umum :memiliki hubungan baik dengan murid
Khusus :
·       Saling menolong dalam kebaikan dan dilarang saling menjegal dan bermusuhan
·       Bisa dijadikan teladan dalam kejujuran
·       Menyebarkan ilmu dengan sungguh-sungguh(tanpa main-main dan semberono)

d.     Menurut ki hajar dewantoro
Ing ngarso sung tulhodo (didepan memberikan keteladanan )
Ing madyo mangun karso (ditengah menjadi mediator)
Tut wuri handayani (dibelakang memberikan dorongan)
yang beliau pakai adalah: tut wuri handayani. Semboyan ini berasal dari ungkapan aslinya ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Hanya ungkapan tut wuri handayani saja yang banyak dikenal dalam masyarakat umum.


      Arti dari semboyan ini secara lengkap adalah: tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan), ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan ing ngarsa sung tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan baik). Semboyan ini masih tetap abadi dan dipakai dalam dunia pendidikan kita.

     Gagasan pendidikan dari Ki Hajar Dewantara masih terus relevan sampai pada jaman kemajuan teknologi sekarang ini. Jaman ketika banyak orang terbuai dengan teknologi yang canggih, sehingga melupakan aspek-aspek lain dalam kehidupannya, seperti pentingnya membangun relasi dengan orang lain, perlunya melakukan aktivitas sosial di dalam masyarakat, pentingnya menghargai sesama lebih daripada apa yang berhasil dibuatnya, dan lain-lain.





           

                                                                 

                 

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking