A. Pengertian
Guru
Guru adalah pengantar masa depan anak bangsa. Di pundak
guru masa depan negara ini dibangun. Di pundak guru ada harapan untuk esok
hari. Baik dan buruknya suatu negara tidak terlepas dari peranan seorang guru.
Guru adalah aktor, terkadang berperan sebagai pendidik,
terkadang sebagai sahabat bagi anak, terkadang pula menjadi orang tua. Sebagai
pendidik guru senantiasa membimbing langkah setiap anak. Sebagai sahabat, guru
mampu menjadi problem solving bagi anak. Sebagai orang tua, guru senantiasa
memberikan nasihat agar anak-anaknya mampu menapaki hidup dengan penuh optimis.
Guru adalah orang yang paling sukses. Di sisi lain mampu
menjalankan fungsi sebagai gardu energi positif sang Kholik. Yang tak kalah
pentingnya, guru telah mengantarkan anak-anak menjadi orang yang sukses. Ada
yang menjadi dokter, pengusaha, bahkan menjadi presiden. Semua itu adalah
sentuhan dari kasih sayang seorang guru.
Guru adalah pendidik, yaitu orang dewasa
yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam
perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, mampu berdiri
sendiri dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah khalifah di muka
bumi, sebagai makhluk sosial dan individu yang sanggup berdiri sendiri.jadi
karakter suatu sekolah adalah karakter guru ,jika guru memiliki karakter yang
baik ,maka akan terbentuk karakter yang baik pula pada anak ,dari sentuhan hati
seorang guru anak –anak kelak menjadi anak yang sukses .dikatakan juga bahwa
guru adalah orang yang paling sukses dunia akhirat .
firman Allah dalam surat An-nisa ayat 9 yang artinya :
“dan hendaklah takut kepada Allah swt orang –orang yang
sekiranya meninggalkan anak Anak yang
lemah di belakang mereka ,yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka
,maka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah swt dan hendaklah mereka
mengucapkan perkataan yang benar ,yang lemah lembut “.(Q.S An-nisa:9)
Setiap
guru tidak boleh mengeluarkan kata –kata yang jelek pada anak ,guru harus
mengeluarkan kata-kata ynag positif yang bias membangun anak dan bias
memberikan semangat kepada anak .Adapun kata adalah Succes:
a. Kata yang lemah lembut “Qoulan
layyina”.Bukan kata keras atau teriakan
b. Perkataan yang sopan “Qoulan
karima”.Bukan kata kasar ,ejekan atau libeling.
c. Kata yang berbekas pada jiwa “Qoulan
Baligha”.Bukan kata yang membanding- bandingkan anak
d. Perkataan yang baik atau tegas
“Qoulan ma’rufa” .bukan kata-kata berbohong ,mengundang birahi
e. Perkataan yang mengandung
keselamatan (doa)”Qolu salaman”.Bukan kata-kata ancaman ,menakut-nakuti.
f. Kata-kata yang berbobot atau berat
“Qoulan tsaqila”.Kata visioner bukan kata yang tidak berguna ,menggunjing ,dll.
g. Kata-kata yang meneguhkan “Bil qouli
tsabit”bukan kata-kata yang melemahkan.
Perlu
seorang guru sekolah dasar ketahui bahwa
:
·
Anak usi 0-8 tahun apapaun yang dilihat dan didengar oleh
anak itu yang akan masuk dan diterima oleh anak itu ,dan anak diusia ini tidak
akan pernah bertanya yang dilihat dan didengar itu baik atau tidak.usia ini
dinamakan usia Tanam kita memperlakukannya seperti seorang raja .
·
Anak usia 8-12 tahun ,dinamankan usia model karena anka
sudah mulai mencoba meniru apa yang dilihat dan didengar ,pada usia ini anak
diperlakukan seperti tawanan perang ,dan kitaharus membuat aturan tertentu .
·
Anak usia 12-21 tahun ,dinamakan usia social .Ali bin abi
tholib mengatakan bahwa anak diusia ini diperlakukan seperti teman
Adapun 4 karakter guru sukses dan bermartabat
:
menimbulkan keraguan
dihati siswa )
Dirindukan
Hasil penelitian Frend W .Hart di
HIG HTS School Amerika serikat terhadap 3,725 siswa bahwa cirri –ciri guru yang
disukai dan tidak disukai oleh siswa sebagai berikut:
1. Guru yang disukai
·
Menerangkan pelajaran dengan jelas
·
Periang /gembiran dan memiliki jiwa yang humoris
·
Bersikap bersahabat ,senang member solusi
·
Menaruh perhatian dan memahami anak didiknya
·
Tegas, sanggup menguasai kelas dan dapat membangkitkan rasa
hormat pada anak didik .
·
Tidak suka ngomel ,mencela, sarkastis.
·
Anak merasakan sesuatu dari guru
·
Bias memberikan
keteladan
2. Guru
yang tidak disukai
·
Sering marah tak pernah
senyum ,suka menghina
·
Tidak menerangkan
pelajaran dengan tegas dan baik
·
Tidak adil,mempunyai
anak kesayangan ,dan benci anak tertentu
·
Tinggi hati ,menganggap
dirinya lebih hebat ,tidak mau bersahabat dengan anak diluar kelas
·
Berhati jelek,dan suka
menyulitkan anak di kelas
·
Tidak adil ketika
memberikan nilai ulangan
·
Mengacuhkan perasaan
anak didik ,suka membentak ,membuat anak ketakutan
·
Tidak menaruh minat
terhadap anak –anak dan tidak mau memahami anak di kelas
·
Member tugas rumah yang
tidak sesuai porsi
·
Tidak bias
mengendalikan kelas .
B. Guru
tanggauh dan Guru mengeluh
Guru
tangguh adalah guru yang dimana dalam menghadapi masalah dapat menyelesaikan
secara tuntas , juga guru yang memiliki “kesempurnaan” identitas sebagai
seorang guru. Guru yang memiliki kekuatan secara jasmani dan ruhani, guru yang
memiliki integritas dan responsibility, guru yang memiliki kepekaan social yang
tinggi, guru yang memiliki kompetensi, loyalitas pada bidangnya, kreatif dan
inovatif serta mampu member inspiratif, guru tangguh adalah Guru yang menyinari
peserta didiknya dari kegelapan ilmu pengetahuan. Guru yang disukai oleh para
peserta didiknya. Kehadirannya sangat dirindukan, dan menentramkan hati para
peserta didiknya.
Guru
mengeluh adalah guru yang dalam menghadapi masalah tidak diselesaikan secara
tuntas.
Rumus
Meluruskan niat :
C. Guru
di Indonesia
1.Guru
nyasar adalah orang yang tidak berniat menjadi guru
2.Guru
bayar adalah guru yang hanya mementingkan bayarab tidak peduli berhasil atau
tidaknya dalam mendidik siswa
3.Guru
dasar
4.Guru
benar adalah guru yang menyeimbangkan bayaran dan tanggung jawabnya sebagai
seorang pendidik
D.Model guru
1. Guru
pekerja adalah guru yang sebatas melaksanakan pekerjaa adapun cirri-cirinya :
a.
Menyukai kemapanan
b.
Tidak ada keinginan
untuk berubah
c.
Senang dengan pekerjaan
yang rutinitas
d.
Mengajar dengan cara
yang sama kepada orang yang berbeda
2.
Guru professional
adalah guru yang memiliki professional (keahlian )lebih dengan harga tertentu
.adapun cirri-cirinya sebagai berikut:
a.
Menyukai tantangan
dalam mengajar
b.
Senang dengan pekerjaan
yang mandiri
c.
Pekerjaan diukur dengan
hasil imbalan
d.
Senang berpindah tempat
dengan pekerjaan yang sama
3.
Guru pemilik adalah
guru yang mengendalikan dan memiliki system lembaga secara professional.Adapun
ciri-cirinya sebagai berikut:
a.
Mampu mengendalikan
sistem pengajaran
b.
Senang sebagai pengendali
atau sebagai pimpinan lembaga pendidikan
c.
Merasa memiliki dan
bertanggung jawab atas segala yang dilakukan secara professional
4.
Guru perancang adalah
guru yang memahami makna profesinya secara mendalam ,memiliki visi ,dan
merancang pengajaran secara fun dan kreatif. Adapun cirri-cirinya sebagai
berikut:
a.
Senang pad aide (kaya
ide) dan perubahan untuk mengaktifkan pembelajaran
b.
Suka merancang
pembelajaran ,kreatif dan selalu inovatif (memunculkan hal-hal yang baru)untuk
membuat anak senang .
c.
Tidak suka dengan
kedaan yang menonton
d.
Merancang sistem untuk
kemajuan sekolah
e.
E. Karakter guru sukses dan bermartabat
a.
Menurut Imam Ghazali
Umum
:cerdas,sehat akal,akhlak baik,dan fisik prima.
Khusus
:
·
Memiliki kasih sayang
dan membangun kasih sayang
·
Tidak banyak menuntut
upah
·
Komunikasi harmonis
dengan rekan kerja
·
Ramah guru dan ramah
anak
·
Memberikan keteladanan
kepada murid
·
Mengakui dan
mengembangkan perbedaan potensi dan kecerdasan anak
·
Memahami kejiwaan
sesuai dengan perkembangan usia
·
Menjadi model untuk
diteladani
b.
Menurut ibnu sina
Umum
:memiliki kompetensi mengajar dan kepribadian yang baik
Khusus
:
·
Memiliki
kecerdasan(IQ,EQ,SQ,AQ)
·
Memegang komitmen agama
·
Mengetahui cara
mendidik anak
·
Berpenampilan tenang
·
Jauh dari muka masam
·
Jauh dari olok-olok
·
Bersikap sopan
·
Menjaga kebersihan dan
kesucian hati dan perbuatan
c.
Menurut ibnu taimiyyah
Umum
:memiliki hubungan baik dengan murid
Khusus
:
·
Saling menolong dalam
kebaikan dan dilarang saling menjegal dan bermusuhan
·
Bisa dijadikan teladan
dalam kejujuran
·
Menyebarkan ilmu dengan
sungguh-sungguh(tanpa main-main dan semberono)
d.
Menurut ki hajar
dewantoro
Ing
ngarso sung tulhodo (didepan memberikan keteladanan )
Ing
madyo mangun karso (ditengah menjadi mediator)
Tut
wuri handayani (dibelakang memberikan dorongan)
yang beliau pakai adalah: tut wuri handayani.
Semboyan ini berasal dari ungkapan aslinya ing ngarsa sung tulada, ing
madya mangun karsa, tut wuri handayani. Hanya ungkapan tut wuri handayani
saja yang banyak dikenal dalam masyarakat umum.
Arti dari semboyan ini
secara lengkap adalah: tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa
memberikan dorongan dan arahan), ing madya mangun karsa (di tengah atau di
antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan ing ngarsa sung
tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan
baik). Semboyan ini masih tetap abadi dan dipakai dalam dunia pendidikan kita.
Gagasan
pendidikan dari Ki Hajar Dewantara masih terus relevan sampai pada jaman kemajuan
teknologi sekarang ini. Jaman ketika banyak orang terbuai dengan teknologi yang
canggih, sehingga melupakan aspek-aspek lain dalam kehidupannya, seperti
pentingnya membangun relasi dengan orang lain, perlunya melakukan aktivitas
sosial di dalam masyarakat, pentingnya menghargai sesama lebih daripada apa
yang berhasil dibuatnya, dan lain-lain.
